JAMBIHITS.ID, JAMBI – Bank Jambi memperkuat pelayanan nasabah selama perbaikan sistem digital dengan memperpanjang jam layanan ATM di kantor cabang sampai pukul 20.00 WIB.
Kebijakan ini merupakan bentuk keseriusan perusahaan untuk memastikan transaksi masyarakat tetap berjalan lancar, terlebih saat layanan digital masih dalam proses pemulihan bertahap. Penambahan jam operasional ini sudah mendapat izin dari Bank Indonesia.
Direktur Treasury, Dana, IT dan Digital Bank Jambi, Achmad Nunung menjelaskan bahwa langkah tersebut memberi ruang lebih luas bagi nasabah untuk mengakses layanan perbankan, khususnya tarik tunai lewat ATM.
“Ini adalah upaya kami agar kebutuhan transaksi nasabah tetap terpenuhi dengan optimal selama proses pemulihan sistem berlangsung,” ujarnya.
Tak hanya penyesuaian jam operasional, Bank Jambi juga mengaktifkan kembali mesin ATM dan Cash Recycle Machine (CRM) secara bertahap. Di tahap awal sejak 14 Maret 2026, ada 66 unit ATM yang sudah beroperasi lagi. Lalu pada tahap kedua 20 April 2026, bertambah 9 unit ATM di lingkungan perkantoran pemerintah dan 15 unit CRM di beberapa titik layanan.
CRM memberi keuntungan lebih bagi nasabah karena selain untuk tarik tunai, mesin ini juga bisa dipakai setor tunai langsung dengan proses lebih singkat.
Agar akses layanan tetap terbuka, Bank Jambi juga sudah menjalankan operasional terbatas di akhir pekan sejak akhir Februari 2026.
Di sisi lain, manajemen menegaskan prioritas saat ini tetap pada pemulihan layanan digital, terutama mobile banking, dengan mengutamakan keamanan dan keandalan sistem. Proses itu ditempuh lewat penguatan infrastruktur teknologi serta penerapan sistem core banking versi terbaru.
Bank Jambi juga terus berkoordinasi dengan regulator, termasuk Otoritas Jasa Keuangan, agar semua tahapan pemulihan sesuai standar dan ketentuan yang berlaku.
Adapun jam layanan ATM di luar kantor cabang masih mengikuti jadwal lama, yaitu pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB atau menyesuaikan dengan operasional di lokasi.
Lewat berbagai upaya tersebut, Bank Jambi memastikan pelayanan ke nasabah tetap berjalan baik sekaligus menjaga kepercayaan publik selama masa pemulihan sistem.






















Discussion about this post