JAMBIHITS.ID, JAMBI – Manajemen Bank Jambi menyampaikan klarifikasinya terkait berita heboh yang membuat nasabahnya panik dan khawatir selama 2 hari terakhir ini. melalui akun instagram resminya, Manajemen mengakui bahwa saat ini sistem sedang mengalami gangguan dan sedang dalam proses pengamanan menyeluruh.
Dalam postingan di akun instagramnya tersebut, kepala Bidang Pemasaran Kantor Cabang Utama Bank 9 Jambi, Abdel Haq, juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh nasabah atas ketidaknyamanan yang terjadi. Dirinya juga menghimbau nasabah untuk tetap tenang sambil menunggu perbaikan sistem.
“Seperti yang sama-sama kita ketahui, saat ini sistem Bank 9 Jambi sedang mengalami gangguan. Kami mengimbau nasabah tetap tenang karena sedang dilakukan maintenance dan pengamanan sistem secara menyeluruh,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah layanan untuk sementara dinonaktifkan sebagai bagian dari evaluasi dan peningkatan keamanan sistem. Namun hingga kini, manajemen belum merinci penyebab pasti gangguan tersebut maupun durasi normalisasi layanan.
Terkait isu saldo berkurang atau dana hilang yang ramai diperbincangkan, Abdel Haq menyatakan pihaknya belum dapat melakukan pengecekan detail karena sistem masih dalam tahap investigasi oleh kantor pusat.
“Jika nanti setelah sistem kembali normal ditemukan adanya kekurangan saldo atau dana keluar tanpa sepengetahuan nasabah, silakan dilaporkan. Insyaallah akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur,” tegasnya.
Ia juga memastikan dana nasabah tetap berada dalam perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk melalui penjaminan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Sebelumnya, layanan Mobile Banking Bank 9 Jambi dilaporkan tidak dapat diakses bersamaan dengan beredarnya pesan berantai yang menyebut adanya dugaan pembobolan rekening. Hingga berita ini diturunkan, investigasi internal masih berlangsung dan publik masih menunggu penjelasan lebih rinci mengenai penyebab gangguan tersebut.
Pihak bank mengimbau nasabah untuk tidak membagikan PIN, password, maupun kode OTP kepada siapa pun dan menunggu pengumuman resmi selanjutnya.






















Discussion about this post